Koperasi Merah Putih: Strategi Mimika Bangun Ekonomi Kerakyatan Pesisir dan Pegunungan Berbasis Nasional


TIMIKA, Papua Tengah Dalam upaya konkret meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menggerakkan roda ekonomi kerakyatan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kian mematangkan implementasi program strategis nasional, Koperasi Merah Putih. Langkah strategis ini mencakup fokus pembangunan sentra ekonomi pesisir di kawasan Atuka dan alokasi dana khusus di wilayah Kota Timika.

Kepastian tersebut ditegaskan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Mimika, Samuel Yogi, seusai pertemuan strategis di Kantor Bappeda Mimika, Kamis (26/3/2026). Samuel menekankan, Koperasi Merah Putih adalah program terobosan penting yang didanai melalui APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah), mencerminkan visi kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Mimika untuk membangun kemandirian ekonomi.

Salah satu prioritas utama saat ini adalah pembangunan Koperasi Merah Putih di kawasan Atuka. Wilayah ini dipilih karena posisi geografisnya yang strategis di tengah garis pesisir Kabupaten Mimika. Kehadiran koperasi di Atuka diproyeksikan mampu menjangkau dan memberdayakan masyarakat di sepanjang wilayah pesisir, mulai dari Potowai Buru dan Jita di timur, hingga Kokonao, Amar, dan wilayah Mimika Timur Jauh.

“Koperasi Atuka akan kami jadikan percontohan (role model) yang sukses bagi pengembangan koperasi di wilayah pesisir lainnya di Mimika,” papar Samuel Yogi.

Tidak hanya sebatas kelembagaan, pengembangan Koperasi Merah Putih di pesisir dirancang secara terintegrasi dengan konsep konektivitas nasional, yaitu tol laut dan tol udara. Sinergi ini bertujuan untuk memastikan distribusi barang kebutuhan pokok lebih lancar dan murah, serta memastikan produk-produk unggulan hasil karya masyarakat di wilayah pesisir dapat mencapai pasar yang lebih luas dengan lebih efisien, meningkatkan nilai tambah bagi produsen lokal.

Komitmen Pemkab Mimika terhadap ekonomi kerakyatan juga terlihat di wilayah urban. Untuk tahun anggaran 2026, pemerintah telah mengalokasikan dana sekitar Rp3 miliar untuk pembangunan tujuh unit Koperasi Merah Putih di wilayah Kota Timika. Dalam eksekusinya, pemerintah menggandeng pihak ketiga, yakni PT Agrinas. Kemitraan ini mencerminkan sinergi kuat antara kebijakan pemerintah daerah dan prioritas program di tingkat nasional.

Pemerintah juga berfokus pada infrastruktur pendukung koperasi di tingkat kampung. Hingga saat ini, sebanyak 152 kampung di seluruh Kabupaten Mimika telah masuk dalam skema pengembangan. Seluruh tahapan administrasi, termasuk penyelesaian legalitas akta notaris, telah rampung dengan lancar dan mendapatkan apresiasi positif dari pemerintah pusat.

Keseriusan dan progress positif ini mendapat perhatian khusus di tingkat kementerian. Menteri Koperasi Republik Indonesia dijadwalkan melakukan kunjungan kerja langsung ke Atuka pada 3 hingga 9 April 2026. Kunjungan ini dianggap sebagai momentum krusial untuk mempercepat implementasi program di lapangan, memantau kesiapan, dan memberikan dorongan langsung pada penguatan ekonomi berbasis koperasi di tingkat kampung.

Samuel Yogi menutup keterangannya dengan mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama di Distrik Mimika Tengah, untuk memberikan dukungan penuh.

“Koperasi Merah Putih adalah penggerak baru ekonomi masyarakat berbasis koperasi yang selaras dengan visi misi daerah dan pusat. Ini adalah alat untuk meningkatkan kesejahteraan bersama. Kami berharap dukungan dari semua pihak agar manfaat nyata dari program ini dapat langsung dirasakan oleh seluruh masyarakat Mimika,” tutupnya.
Next Post Previous Post

Hubungi iklan