Reklame

Hubungi iklan 

Geliat Ekonomi Lokal di Panggung Budaya: TIFA ke-VI Resmi Dibuka di Mimika



TIMIKA – Halaman Gedung Eme Neme Yaware, Kabupaten Mimika, mendadak berubah menjadi pusat perhatian masyarakat pada Kamis (2/7/2026). Ribuan pasang mata menyaksikan pembukaan Timika Inside Festival of Art (TIFA) ke-VI Tahun 2026, sebuah gelaran tahunan yang kini menjadi simbol kebangkitan ekonomi dan budaya di tanah Papua.

Sejak diinisiasi pada 2019, TIFA tidak hanya sekadar panggung unjuk seni, namun telah bertransformasi menjadi motor penggerak ekonomi bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Indonesia Timur.

"Panen" Omzet di Hari Pertama

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika, Samuel Yogi, SH., MH., yang hadir membuka kegiatan, memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi panitia. Baginya, TIFA adalah pembuktian bahwa budaya mampu menjadi komoditas ekonomi yang menyejahterakan masyarakat akar rumput.

Samuel mengungkapkan data menggembirakan terkait perputaran uang di hari pembukaan. "Sejak berdiri pada tahun 2019, keterlibatan UMKM dalam kegiatan TIFA menunjukkan grafik omzet yang luar biasa. Bahkan, pada hari pembukaan ini saja, perputaran uang dari aksi borong produk lokal sudah menembus angka sekitar Rp10 juta," ungkap Samuel.

Berkaca dari tren tahun lalu, di mana rata-rata pelaku UMKM mampu meraup pendapatan Rp5 juta hingga Rp6 juta per peserta, TIFA ke-VI diprediksi akan mencatatkan rekor transaksi baru selama masa perhelatannya.

Magnet Budaya dari Berbagai Penjuru

Karnaval tahun ini menyedot perhatian lintas kabupaten. Tidak hanya tuan rumah Mimika, kemeriahan TIFA juga dihadiri delegasi dari berbagai daerah yang membawa kekayaan tradisi masing-masing, antara lain:

· Kabupaten Merauke
· Kabupaten Biak Numfor
· Kabupaten Puncak Jaya
· Kabupaten Deiyai
· Kabupaten Nabire

Para pemuda dari berbagai suku di tanah Papua tampil memukau melalui seni ukir, tari, musik, hingga koreografi kontemporer yang merefleksikan harga diri dan identitas daerah masing-masing.


Usulan Strategis untuk Masa Depan

Melihat potensi besar yang lahir dari perpaduan seni dan ekonomi ini, Samuel Yogi melangkah lebih jauh. Ia secara resmi mengusulkan kepada Penjabat Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua Tengah, beserta instansi terkait seperti Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, agar TIFA ditetapkan sebagai program kerja strategis yang berkelanjutan.

"Papua Tengah butuh hiburan. Papua Tengah butuh wadah untuk mengangkat budaya masyarakat setempat. Melalui kegiatan seperti inilah kita bisa berkembang, maju, dan memajukan daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati, Kabupaten Mimika siap mendukung penuh dan menyukseskan agenda apa pun yang memajukan masyarakat," pungkas Samuel dengan nada optimis.

Festival ini bukan hanya sekadar festival, tetapi pesan bahwa ekonomi kerakyatan dan pelestarian budaya adalah satu kesatuan yang mampu membawa Papua menuju kemandirian yang lebih bermartabat.
Next Post Previous Post