Strategi Hilirisasi: Diskop Mimika Dorong 1.850 Umkm Binaan Menembus Pasar Nasional



TIMIKA – Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Dinkop UMKM) tengah mengakselerasi transformasi ekonomi kerakyatan dengan fokus pada hilirisasi produk berbasis kearifan lokal. Hingga tahun anggaran 2026, tercatat sebanyak 1.850 pelaku UMKM telah diintegrasikan ke dalam ekosistem pembinaan intensif untuk dipersiapkan naik kelas.

Kepala Dinas UMKM Mimika, Samuel Yogi, SH., MH., menegaskan bahwa penguatan ekonomi daerah kini bertumpu pada kemampuan pelaku usaha dalam mengolah bahan baku mentah menjadi produk bernilai tambah tinggi.

Dalam keterangannya di Timika, Samuel Yogi memaparkan potret inklusivitas ekonomi di Mimika. Dari total 1.850 pelaku usaha binaan, komposisi terdiri dari 850 pelaku usaha Orang Asli Papua (OAP) dan 1.000 pelaku usaha masyarakat Nusantara.

"Data ini adalah fondasi kami dalam melakukan intervensi kebijakan yang presisi. Kami memastikan bahwa pembaharuan data dilakukan secara berkala agar dukungan permodalan dan peningkatan kapasitas benar-benar menyentuh kebutuhan spesifik di lapangan," ujar Samuel.

Visi hilirisasi yang diusung Samuel Yogi mulai membuahkan hasil nyata. Saat ini, Mimika telah melahirkan sedikitnya 100 jenis usaha unggulan yang berfokus pada variasi olahan kreatif. Beberapa produk yang menjadi sorotan utama antara lain:

· Diversifikasi Olahan Sagu: Transformasi sagu dari bahan konsumsi mentah menjadi produk komersial bernilai tinggi seperti keripik sagu.

· Produk Inovatif Pesisir: Pengembangan teh mangrove sebagai produk khas yang memiliki daya saing unik.

"Kami tidak ingin produk UMKM Mimika hanya menjadi 'jago kandang'. Inovasi olahan seperti ini yang terus kami dorong agar secara kualitas dan kemasan mampu bersaing di pasar nasional," tegasnya.

Guna mencapai standar kualitas nasional, Dinkop UMKM Mimika menerapkan strategi skalabilitas melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) yang mencakup literasi keuangan dan manajerial. Selain itu, pemerintah juga melakukan langkah ekspansif dengan memperluas wawasan para pelaku usaha.

Tahun lalu, sebanyak 15 pelaku usaha unggulan Mimika telah diberangkatkan ke Bali untuk studi komparasi. Program ini bertujuan agar para pelaku usaha memiliki referensi global mengenai standardisasi produk dan pelayanan, yang kemudian dapat diimplementasikan untuk meningkatkan produktivitas di Mimika.

Dengan pendampingan yang konsisten dan terukur, Samuel Yogi optimis bahwa sektor UMKM akan menjadi pilar terkuat dalam menjaga stabilitas ekonomi Kabupaten Mimika. Transformasi dari pedagang tradisional menjadi pengusaha berbasis inovasi diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas.

"Kami hadir untuk memastikan negara memberikan afirmasi dan perlindungan, namun di saat yang sama mendorong kemandirian melalui kreativitas," tutup Samuel.
Next Post Previous Post

Hubungi iklan